Senin, 28 Januari 2013

Makalah Penelitian Korelasi



Penelitian Korelasi
Makalah
Diajukan untuk memenuhi tugas terstruktur pada mata kuliah
Metodologi Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran Matematika


Kelompok IV
Yuli Ely Hermanti                             2410.002
Dewi Wulan                                       2410.018
Dinillah Karisma                               2410.019
Ranti Sinta Tia                                  2410.028
Syukra Ulhaq                                    2410.029


PMTK V-A
DOSEN PEMBIMBING :
Imamuddin, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SJECH M. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI
2012 M / 1433 H


KATA PENGANTAR


            Dengan mengucapkan Alhamdulillah segala puji bagi Allah tuhan seru sekalian alam. Hanya kepada Dia jualah kita bersyukur atas nikmat, rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik yang berjudul  “penelitian korelasi” pada mata kuliah MP3M.
            Dalam menyusun makalah ini tentu tidak terlepas dari pengalaman dan pengetahuan orang lain. Karena itu disampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.
            Akhirnya kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini sangat dihargai dan diterima dengan rasa terima kasih untuk kesempurnaan makalah dimasa yang akan datang dan mudah-mudahan ada manfaatnya.







Bukittinggi, 17 Oktober 2012


Pemakalah




BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada suatu masalah yang memerlukan solusi yang tepat. Dalam kehidupan selalu ada masalah, baik masalah pribadi, keluarga, masyarakat dan negara. Dari semua masalah tersebut, tidak semua masalah yang memerlukan solusi dalam bentuk kegiatan penelitian. Perbedaanya adalah pada kegiatan penyelesaian masalah. Selain masalah, komponen penting yang harus ada dalam penelitian adalah tujuan penelitian sehingga dapat ditentukan metode yang tepat untuk penyelesain masalah. Kegiatan penyelesaian masalah yang disebut penelitian dapat dilakukan secara sistematis dengan mengikuti metodologi, dikontrol, dan didasarkan teori yang ada serta diperkuat dengan gejala yang ada (Sukardi, 2004:3).
Secara umum, penelitian dapat dibedakan dari beberapa aspek, diantaranya aspek tujuan, aspek metode, aspek kajian.  Menurut Gay (dalam Sukardi, 2004:13) Aspek tujuan terdiri dari penelitian dasar dan lanjut. Aspek metode terdiri atas penelitian deskriptif, penelitian sejarah, penelitian survei, penelitian ex-postfakto, penelitian eksperimen, penelitian kuai eksperimen. Sedangkan, aspek kajian sesuai bidang garapan dapat dibagi menjadi dua, yaitu penelitian kependidikan dan penelitian nonkependidikan (Sukardi, 2004:13-16).
Masalah penelitian dapat dibagi dalam berbagai bidang diantaranya bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan lain-lain. Salah satu bidang penelitian yang memerlukan perhatian khusus adalah bidang penelitian pendidikan. Secara umum metode penyelesaian masalah pada penelitian pendidikan ada dua, yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif yang yang pengumpulan datanya berinteraksi langsung dengan objek penelitianya dan hasilnya  tidak diperoleh melalui prosedur statistik. Sedangkan metode kuantitatif, pengumpulan datanya melalui instrumen penelitian berupa populasi dan sampel serta hasilnya diperoleh melalui prosedur statistic. Salah satu peneltian yang penting dan bermanfaat dalam dunia pendidikan adalah penelitian korelasional.
Fenomena yang terjadi dalam dunia pendidikan terdapat hubungan antarunsur-unsurnya. Seperti hubungan antara guru dengan siswa, guru dengan materi/kurikulum, materi dengan evaluasi, dan lain-lain. Hubungan-hubungan tersebut dapat diketahui tingkat korelasinya secara ilmiah secara statistik melalui metode penelitian korelasional.
B. Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian penelitian korelasi?
2.      Apa saja ciri-ciri, tujuan dan jenis penelitian  korelasi?
3.      Apa saja yang menjadi rancangan dan apa saja langkah-langkah dalam penelitian korelasi?
4.      Apa saja kelebihan dan kekurangan penelitian korelasi

C. Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian penelitian korelasi
2.      Untuk mengetahui ciri-ciri, tujuan dan jenis penelitian korelasi
3.      Untuk mengetahui rancangan dan langkah-langkah dalam penelitian korelasi
4.      Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan penelitian korelasi


   

BAB II
Pembahasan

A. Pengertian Penelitian Korelasi
Penelitian korelasi atau korelasional adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel tersebut sehingga tidak terdapat manipulasi variabel (Faenkel dan Wallen, 2008:328). Adanya hubungan dan tingkat variabel ini penting karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang ada, peneliti akan dapat mengembangkannya sesuai dengan tujuan penelitian. Jenis penelitian ini biasanya melibatkan ukuran statistik/tingkat hubungan yang disebut dengan korelasi (Mc Millan dan Schumacher, dalam Syamsuddin dan Vismaia, 2009:25). Penelitian korelasional menggunakan instrumen untuk menentukan apakah, dan untuk tingkat apa, terdapat hubungan antara dua variabel atau lebih yang dapat dikuantitatifkan.
Menurut Gay dalam Sukardi (2004:166) penelitian korelasi merupakan salah satu bagian penelitian ex-postfacto karena biasanya peneliti tidak memanipulasi keadaan variabel yang ada dan langsung mencari keberadaan hubungan dan tingkat hubungan variabel yang direfleksikan dalam koefisien korelasi. Selanjutnya, Fraenkel dan Wallen (2008:329) menyebutkan penelitian korelasi ke dalam penelitian deskripsi karena penelitian tersebut merupakan usaha menggambarkan kondisi yang sudah terjadi. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha menggambarkan kondisi sekarang dalam konteks kuantitatif yang direfleksikan dalam variabel.
Penelitian korelasi dilakukan dalam berbagai bidang diantaranya pendidikan, sosial, maupun ekonomi.
Penelitian ini hanya terbatas pada panafsiran hubungan antarvariabel saja tidak sampai pada hubungan kausalitas, tetapi penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk diajadi penelitian selanjutnya seperti penelitian eksperimen (Emzir, 2009:38). Menurut Sukardi (2004:166) penelitian korelasi mempunyai tiga karakteristik penting untuk para peneliti yang hendak menggunakannya.
Tiga karakteristik tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Penelitian korelasi tepat jika variabel kompleks dan peneliti tidak mungkin melakukan manipulasi dan mengontrol variabel seperti dalam penelitian eksperimen.
  2. Memungkinkan variabel diukur secara intensif dalam setting (lingkungan) nyata.
  3. Memungkinkan peneliti mendapatkan derajat asosiasi yang signifikan.
B. Tujuan Penelitian Korelasi
Tujuan penelitian korelasi menurut Suryabrata (dalam Abidin, 2010) adalah untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi. Sedangkan menurut Gay dalam Emzir (2009:38) Tujuan penelitian korelasi adalah untuk menentukan hubungan antara variabel, atau untuk menggunakan hubungan tersebut untuk membuat prediksi. Studi hubungan biasanya menyelidiki sejumlah variabel yang dipercaya berhubungan dengan suatu variabel mayor, seperti hasil belajar variabel yang ternyata tidak mempunyai hubungan yang tinggi dieliminasi dari perhatian selanjutnya.
C. Ciri-ciri Penelitian Korelasi
1.    Penelitian macam ini cocok dilakukan bila variabel-variabel yang diteliti rumit dan/atau tak dapat diteliti dengan metode eksperimental atau tak dapat dimanipulasi.
2.    Studi macam ini memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan saling hubungannya secara serentak dalam keadaan realistiknya.
3.    Output dari penelitian ini adalah taraf atau tinggi-rendahnya saling hubungan dan bukan ada atau tidak adanya saling hubungan tersebut.
4.    Dapat digunakan untuk meramalkan variabel tertentu berdasarkan variabel bebas.
D. Jenis  Penelitian  Korelasi
1.    Penelitian Hubungan
Penelitian hubungan (relasional) atau korelasi sederhana (seringkali hanya disebut korelasi saja) digunakan untuk menyelidiki hubungan antara hasil pengukuran terhadap dua variabel yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat atau derajat hubungan antara sepasang variabel (bivariat). Lebih lanjut, penelitian jenis ini seringkali menjadi bagian dari penelitian lain, yang dilakukan sebagai awal untuk proses penelitian lain yang kompleks. Misalnya, dalam penelitian korelasi multivariat yang meneliti hubungan beberapa variabel secara simultan pada umumnya selalu diawali dengan penelitian hubungan sederhana untuk melihat bagaimana masing-masing variabel tersebut berhubungan satu sama lain secara berpasangan.
Dalam penelitian korelasi sederhana ini hubungan antar variabel tersebut ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi. Nilai koofisien  korelasi merupakan suatu alat statistik yang digunakan untuk membantu peneliti dalam memahami tingkat hubungan tersebut. Nilai koefisien bervariasi dari -1,00 sampai +1,00 diperoleh dengan menggunakan teknik statistik tertentu sesuai dengan karakter dari data masing-masing variabel.
Pada dasarnya, desain penelitian hubungan ini cukup sederhana, yakni hanya dengan mengumpulkan skor dua variabel dari kelompok subjek yang sama dan kemudian menghitung koefisien korelasinya. Oleh karena itu, dalam melakukan penelitian ini, pertama-tama peneliti menentukan sepasang variabel yang akan diselidiki tingkat hubungannya. Pemilihan kedua variabel tersebut harus didasarkan pada teori, asumsi, hasil penelitian yang mendahului, atau pengalaman bahwa keduanya sangat mungkin berhubungan.
2.    Penelitian Prediktif
Dalam pelaksanaan di bidang pendidikan, banyak situasi yang menghendaki dilakukannya prediksi atau peramalan. Pada awal tahun ajaran baru, misalnya, setiap sekolah karena keterbatasan fasilitas, seringkali harus menyeleksi para pendaftar yang akan diterima menjadi calon siswa baru.
Penelitian korelasi jenis ini memfokuskan pada pengukuran terhadap satu variabel atau lebih yang dapat dipakai untuk memprediksi atau meramal kejadian di masa yang akan datang atau variabel lain (Borg & Gall dalam Abidin, 2010). Penelitian ini sebagaimana penelitian relasional, melibatkan penghitungan korelasi antara suatu pola tingkah laku yang kompleks, yakni variabel yang menjadi sasaran prediksi atau yang diramalkan kejadiannya (disebut kriteria), dan variabel lain yang diperkirakan berhubungan dengan kriteria, yakni variabel yang dipakai untuk memprediksi (disebut prediktor). Teknik yang digunakan untuk mengetahui tingkat prediksi antara kedua variabel tersebut adalah teknik analisis regresi yang menghasilkan nilai koefisien regresi, yang dilambangkan dengan R.
Perbedaan yang utama antara penelitian relasional dan penelitian jenis ini terletak pada asumsi yang mendasari hubungan antar variabel yang diteliti. Dalam penelitian relasional, peneliti berasumsi bahwa hubungan antara kedua variabel terjadi secara dua arah atau dengan kata lain, ia hanya ingin menyelidiki apakah kedua variabel mempunyai hubungan, tanpa mempunyai anggapan bahwa variabel yang muncul lebih awal dari yang lain. Oleh karena itu, kedua variabel biasanya diukur dalam waktu yang bersamaan. Sedang dalam penelitian prediktif, di samping ingin menyelidiki hubungan antara dua variabel, peneliti juga mempunyai anggapan bahwa salah satu variabel muncul lebih dahulu dari yang lain, atau hubungan satu arah. Oleh karena itu, tidak seperti penelitian relasional, kedua variabel diukur dalam waktu yang berurutan, yakni variabel prediktor diukur sebelum variabel kriteria terjadi, dan tidak dapat sebaliknya.
3.    Korelasi Multivariat
Teknik untuk mengukur dan menyelidiki tingkat hubungan antara kombinasi dari tiga variabel atau lebih disebut teknik korelasi multivariat. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan, dua diantaranya yang akan dibahas di sini adalah: regresi gandaatau multiple regresion dan korelasi kanonik.
Regresi ganda. Memprediksi suatu fenomena yang kompleks hanya dengan menggunakan satu faktor (variabel prediktor) seringkali hanya memberikan hasil yang kurang akurat. Dalam banyak hal, semakin banyak informasi yang diperoleh semakin akurat prediksi yang dapat dibuat (Mc Millan & Schumaker dalam Abidin, 2010), yakni dengan menggunakan kombinasi dua atau lebih variabel prediktor, prediksi terhadap variabel kriteria akan lebih akurat dibanding dengan hanya menggunakan masing-masing variabel prediktor secara sendiri-sendiri. Dengan demikian, penambahan jumlah prediktor akan meningkatkan akurasi prediksi kriteria.
Korelasi kanonik. Pada dasarnya teknik ini sama dengan regresi ganda, dimana beberapa variabel dikombinasikan untuk memprediksi variabel kriteria. Akan tetapi, tidak seperti regresi ganda yang hanya melibatkan satu variabel kriteria, korelasi kanonik melibatkan lebih dari satu variabel kriteria. Korelasi ini berguna untuk menjawab pertanyaan, bagaimana serangkaian variabel prediktor memprediksi serangkai variabel kriteria? Dengan demikian, korelasi kanonik ini dapat dianggap sebagai perluasan dari regresi ganda,dan sebaliknya, regresi berganda dapat dianggap sebagai bagian dari korelasi kanonik (Pedhazur dalam Abidin, 2010). Seringkali korelasi ini digunakan dalam penelitian eksplorasi yang bertujuan untuk meentukan apakah sejumlah variabel mempunyai hubungan satu sama lain yang serupa atau berbeda.
E. Rancangan Penelitian Korelasi
Penelitian korelasi mempunyai berbagai jenis rancangan. Shaughnessy dan Zechmeinter (dalam Emzir, 2009:48-51), yaitu:
1.    Korelasi Bivariat
Rancangan penelitian korelasi bivariat adalah suatu rancangan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara dua variabel. Hubungan antara dua variabel diukur. Hubungan tersebut mempunyai tingkatan dan arah. Tingkat hubungan (bagaimana kuatnya hubungan) biasanya diungkapkan dalam angka antar -1,00 dan +1,00, yang dinamakan koefisien korelasi. Korelasi zero (0) mengindikasikan tidak ada hubungan. Koefisien korelasi yang bergerak ke arah -1,00 atau +1,00, merupakan korelasi sempurna pada kedua ekstrem (Emzir, 2009:48).
Arah hubungan diindikasikan oleh simbol “-“ dan “+”. Suatu korelasi negatif berarti bahwa semakin tinggi skor pada suatu variabel, semakin rendah pula skor pada variabel lain atau sebaliknya. Korelasi positif mengindikasikan bahwa semakin tinggi skor pada suatu variabel, semakin tinggi pula skor pada variabel lain atau sebaliknya (Emzir, 2009:48).
2.    Regresi dan Prediksi
Jika terdapat korelasi antara dua variabel dan kita mengetahui skor pada salah satu variabel, skor pada variabel kedua dapat diprediksikan. Regresi merujuk pada seberapa baik kita dapat membuat prediksi ini. Sebagaimana pendekatan koefisien korelasi baik -1,00 maupun +1,00, prediksi kita dapat lebih baik.

3.    Regresi Jamak (Multiple Regresion)
Regresi jamak merupakan perluasan regresi dan prediksi sederhana dengan penambahan beberapa variabel. Kombinasi beberapa variabel ini memberikan lebih banyak kekuatan kepada kita untuk membuat prediksi yang akurat. Apa yang kita prediksikan disebut variabel kriteria (criterion variable). Apa yang kita gunakan untuk membuat prediksi, variabel-variabel yang sudah diketahui disebut variabel prediktor (predictor variables).
4.    Analisis Faktor
Prosedur statistik ini mengidentifikasi pola variabel yang ada. Sejumlah besar variabel dikorelasikan dan terdapatnya antarkorelasi yang tinggi mengindikasikan suatu faktor penting yang umum.
5.    Rancangan korelasi yang digunakan untuk menarik kesimpulan kausal
Terdapat dua rancangan yang dapat digunakan untuk membuat pernyataan-pernyataan tentang sebab dan akibat menggunakan metode korelasional. Rancangan tersebut adalah rancangan analisis jalur (path analysis design) dan rancangan panel lintas-akhir (cross-lagged panel design).
Analisis jalur digunakan untuk menentukan mana dari sejumlah jalur yang menghubungkan satu variabel dengan variabel lainnya. Sedangkan desain panel lintas akhir mengukur dua variabel pada dua titik sekaligus.
6.    Analisis sistem (System Analysis)
Desain ini melibatkan penggunaan prosedur matematik yang kompleks/rumit untuk menentukan proses dinamik, seperti perubahan sepanjang waktu, jerat umpan balik serta unsur dan aliran hubungan.
F. Langkah-langkah Penelitian Korelasi
Pada dasarnya penelitian korelasi melibatkan perhitungan korelasi antara variabel yang komplek (variabel kriteria) dengan variabel lain yang dianggap mempuyai hubungan (variabel prediktor). Langkah-langkah tesebut penelitian ini antara lain secara umum menurut Mc Milan dan Schumaker (2003), yaitu penentuan masalah, peninjauan masalah atau studi pustaka, pertanyaan penelitian atau hipotesis, rancangan penelitian dan metodologi penelitian,  pengumpulan data, dan analisis data, simpulan.
1.    Penentuan masalah
Dewey (dalam Syamsuddin dan Vismaia, 2009:42) menyatakan masalah dalam penelitian merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan kenyataan yang ada atau sesuatu yang dijadikan target yang telah ditetapkan oleh peneliti, tetapi target tersebut tidak tercapai. Disetiap penelitian langkah awal yang harus dilakukan peneliti adalah menentukan masalah penelitian yang akan menjadi fokus studinya. Ciri-ciri permasalahan yang layak diteliti adalah yang dapat diteliti (researchable), mempunyai kontribusi atau kebermanafaatan bagi banyak pihak, dapat didukung oleh data empiris serta sesuai kemampuan dan keinginan peneliti (Sukardi, 2004:27-28).
Dalam penelitian korelasi, masalah yang dipilih harus mempunyai nilai yang berarti dalam pola perilaku fenomena yang kompleks yang memerlukan pemahaman. Disamping itu, variabel yang dimasukkan dalam penelitian harus didasarkan pada pertimbangan, baik secara teoritis maupun nalar, bahwa variabel tersebut mempunyai hubungan tertentu. Hal ini biasanya dapat diperoleh berdasarkan hasil penelitian sebelumnya.
2.    Peninjauan Masalah atau Studi Kepustakaan
Setelah penentuan masalah, kegiatan penelitian yang penting adalah studi kepustakaan yang menjadi dasar pijakan untuk memperoleh landasan teori, kerangka pikir dan penentuan dugaan sementara sehingga peneliti dapat mengerti, mengalokasikan, mengorganisasikan, dan menggunakan variasi pustaka dalam bidangnya. Macam-macam sumber untuk memperoleh  teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti adalah dari jurnal, laporan hasil penelitian, majalah ilmiah, surat kabar, buku yang relevan, hasil-hasil seminar, artikel ilmiah dan narasumber.

3.    Rancangan penelitian atau Metodologi  Penelitian
Pada tahap ini peneliti menentukan subjek penelitian yang akan dipilih dan menentukan cara pengolahan datanya. Subyek yang dilibatkan dalam penelitian ini harus dapat diukur dalam variabel-variabel yang menjadi fokus penelitian. Subyek tersebut harus relatif homogen dalam faktor-faktor di luar variabel yang diteliti yang mungkin dapat mempengaruhi variabel terikat. Bila subyek yang dilibatkan mempunyai perbedaan yang berarti dalam faktor-faktor tersebut, korelasi antar variabel yang diteliti menjadi kabur. Untuk mengurangi heterogenitas tersebut, peneliti dapat mengklasifikasikan subyek menjadi beberapa kelompok berdasarkan tingkat faktor tertentu kemudian menguji hubungan antar variabel penelitian untuk masing-masing kelompok.
4.    Pengumpulan data
Berbagai jenis instrumen dapat digunakan untuk mengukur dan mengumpulkan data masing-masing variabel, seperti angket, tes, pedoman interview dan pedoman observasi, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Data yang dikumpulkan dengan instrumen-instrumen tersebut harus dalam bentuk angka. Dalam penelitian korelasional, pengukuran variabel dapat dilakukan dalam waktu yang relatif sama. Sedang dalam penelitian prediktif, variabel prediktor harus diukur selang beberapa waktu sebelum variabel kriteria terjadi. Jika tidak demikian, maka prediksi terhadap kriteria tersebut tidak ada  artinya.
5.    Analisis data
Pada dasarnya, analisis dalam penelitian korelasi dilakukan dengan cara mengkorelasikan hasil pengukuran suatu variabel dengan hasil pengukuran variabel lain. Dalam penelitian korelasional, teknik korelasi bivariat, sesuai dengan jenis datanya, digunakan untuk menghitung tingkat hubungan antara variabel yang satu dengan yang lain. Sedang dalam penelitian prediktif, teknik yang digunakan adalah analisis regresi untuk mengetahui tingkat kemampuan prediktif variabel prediktor terhadap variabel kriteria. Namun demikian, dapat pula digunakan analisis korelasi biasa bila hanya melibatkan dua variabel. Bila melibatkan lebih dari dua variabel, misalnya untuk menentukan apakah dua variabel prediktor atau lebih dapat digunakan untuk memprediksi variabel kriteria lebih baik dari bila digunakan secara sendiri-sendiri, teknik analisis regresi ganda, multiple regresion atau analisis kanonikdapat digunakan. Hasil analisis tersebut biasanya dilaporkan dalam bentuk nilai koefisien korelasi atau koefisien regresi serta tingkat signifikansinya, disamping proporsi variansi yang disumbangkan oleh variabel bebas terhadap variabel terikat.
Interpretasi data pada penelitian korelasi adalah bila dua variabel hubungkan maka akan menghasil koefisen korelasi dengan simbol (r). Hubungan variabel tersebut dinyatakan dengan nilai dari -1 samapai +1.  Nilai (-) menunjukan korelasi negatif yang variabelnya saling bertolak belakang dan nilai (+) menunjukkan korelasi positif yang variabelnya saling mendekati ke arah yang sama (Syamsudin dan Vismaia, 2009:25).
6.    Simpulan
Berisi tentang hasil analisis deskripsi dan pembahasan tentang hal yang diteliti dengan menggunakan mudah dipahami pembaca secara ringkas.
G. Kelebihan dan Kelemahan Penelitian Korelasi                       
Penelitian korelasi mengandung kelebihan-kelebihan, antara lain: kemampuannya untuk menyelidiki hubungan antara beberapa variabel secara bersama-sama (simultan);  dan Penelitian korelasi juga dapat memberikan informasi tentang derajat (kekuatan) hubungan antara variabel-variabel yang diteliti (Abidin, 2010). Selanjutnya, Sukardi menambahkan kelebihan penelitian ini adalah penelitian ini berguna untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan bidang pendidikan, ekonomi, sosial. Dengan penelitian ini juga memungkinkan untuk menyelidiki beberapa variabel untuk diselidiki secara intensif dan penelitian ini dapat melakukan analisis prediksi tanpa memerlukan sampel yang besar.
Sedangkan, kelemahan penelitian korelasi, antara lain: Hasilnya cuma mengidentifikasi apa sejalan dengan apa, tidak mesti menunjukkan saling hubungan yang bersifat kausal; Jika dibandingkan dengan penelitian eksperimental, penelitian korelasi itu kurang tertib- ketat, karena kurang melakukan kontrol terhadap variabel-variabel bebas; Pola saling hubungan itu sering tak menentu dan kabur; sering merangsang penggunaannya sebagai semacam short-gun approach, yaitu memasukkan berbagai data tanpa pilih-pilih dan menggunakan setiap interpretasi yang berguna atau bermakna. (Abidin, 2010).



Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan
            Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian korelasi adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel tersebut sehingga tidak terdapat manipulasi variable. Tujuan penelitian korelasi adalah untuk menentukan hubungan antara variabel, atau untuk menggunakan hubungan tersebut untuk membuat prediksi.
            Langkah-langkah dalam penelitian korelasi: pentuan masalah, peninjauan masalah atau studi kepustakaan, rancangan penelitian atau metodologi penelitian, pengumpulan data, analisis data dan simpulan.

3.2 Kritik dan Saran
            Dalam pembuatan makalah ini tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan di masa mendatang.







DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Muhammad Zainal. 2008. Penelitian Korelasional. (artikel). Dalam www.Muhammad Zainal Abidin Personal Blog.htm. di akses tanggal 25 September 2010.
Atmodjo, J. Tri. 2005. Modul Penelitian Korelasi (artikel). Jakarta: Fikom Universitas Mercubuana Jakarta
Emzir. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan Kualitatif dan Kuantitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Pergoda.
Fraenkel, J.R dan Wellen, N.E. 2008. How to Design and Evaluate research in Education. New York: McGraw-Hill.
McMilan, J dan Schumacher, S. 2003. Research in Education. New York: Longman.
Nurgiantoro, Burhan. 2001. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra edisi ketiga. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Ruseffendi. 1993. Statistika untuk Penelitian Pendidikan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi.
Sukardi. 2004. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.
Syamsuddin dan Vismaia S. Damaianti. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Kamis, 17 Januari 2013

RPP SMP Kelas VII Semester I KD 1.1 (Rora Tri Suryaningsih)


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)             
                                             Nama Sekolah          :     .............................
                                             Mata Pelajaran         :     Matematika
                                             Kelas                        :    VII (Tujuh)
                                             Semester                   :     I (Satu)
                                             Materi Pokok           :     Bilangan
                                             Alokasi Waktu         :     13 jam pelajaran
                                             Jumlah Pertemuan    :     7 x pertemuan

Standar Kompetensi : BILANGAN 
1.  Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar: 
1.1.   Melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan
Indikator :           
·         Memberikan contoh bilangan bulat
·         Menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan
·         Melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan bulat termasuk operasi campuran
·         Menghitung kuadrat dan pangkat tiga bilangan bulat
·         Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan: biasa, campura desimal, persen
·         Mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain
·         Mengurutkan bilangan bentuk pecahan

Pertemuan I
A.  Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari ini peserta didik dapat  memberikan contoh bilangan bulat dan dapat  menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan
B.  Karakter siswa yang diharapkan :
-     Disiplin ( Discipline )
-     Rasa hormat dan perhatian ( respect )
-     Tekun ( diligence )
-     Tanggung jawab ( responsibility )
C.  Metode Pembelajaran
-     Diskusi, tanya jawab dan pemberian tugas
D.  Materi Ajar          
Bilangan Negatif
Jika kita perhatikan penampang melintang bumi, tinggi suatu daratan dihitung dari permukaan air laut waktu pasang. Untuk suatu tempat yang ketinggiannya di bawah permukaan laut waktu pasang dinyatakan dengan tanda negative. Misalnya kedalaman cekungan laut adalah 80 m dibawah permukaan laut, maka ditulis -80 m. untuk daratan yang umumnya terletak diatas permukaan laut ditulis 80 m saja tanpa tanda - .
Bilangan – bilangan 1,2,3,4,… disebut bilangan bulat positif dan -1,-2,-3,… disebut bilangan bulat negatif. Himpunan bilangan positif, nol dan bilangan bulat negatif membentuk himpunan bilangan bulat. Nol(0) adalah bilangan tidak positif dan tidak negative
Bilangan bulat adalah …,-3,-2,-1,0,1,2,3,…
Dalam garis bilangan dengan arah mendatar, bilangan bulat dapat dinyatakan sebagai berikut
Bilangan bulat negative terletak disebelah kiri nol dan bilangan bulat positif terletak di sebelah kanan nol.

E.  Alokasi Waktu
-     2 x 40 Menit
F.   Langkah-langkah Kegiatan
TAHAP
LANGKAH KEGIATAN
AKTIFITAS SISWA
WAKTU
1.   Kegiatan awal
· Menyiapkan siswa


· Menyampaikan batasan pelajaran



· Menyampaikan tujuan pelajaran

· Apersepsi



· Motivasi





· Salam, doa, baca Alquran, dan absensi
· Guru memusatkan perhatian siswa
· Guru memberikan batasan materi pelajaran  yaitu contoh bilangan bulat dan letaknya dalam garis bilangan

· Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan indikator yang hendak dicapai
· Guru mengingatkan materi tentang definisi bilangan bulat dan garis bilangan

· Guru menyampaikan bahwa apabila materi ini dikuasai dengan baik maka siswa dapat memberikan contoh bilangan bulat dan menentukan letaknya dalam garis bilangan

· Siswa membaca dan
Mendengarkan
· Siswa melaksanakan perintah guru
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan



· Siswa mendengarkan dan memperhatikan guru
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan guru

· Siswa memperhatikan pengarahan guru dan mengikuti hal-hal yang disampaikan guru

10 menit

2. Kegiatan  Inti
· Eksplorasi

· Guru meminta siswa membaca bahan pelajaran terkait dengan  materi yang sedang dipelajari
· Guru menjelaskan secara singkat materi pelajaran dengan memberikan pengetahuan terbatas kepada siswa mengenai bilangan bulat

· Siswa  membaca buku materi pelajaran pada buku sumber
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan guru

15 menit


· Elaborasi

· Guru melakukan tanya jawab mengenai bilangan bulat
· Guru membimbing siswa mengerjakan soal latihan yang ada pada buku mengenai bilangan bulat dan penentuan letaknya
· Guru memberikan soal tes individu
· Siswa menjawab pertanyaan guru
· Siswa mengerjakan soal latihan pada buku




· Siswa mengerjakan soal test
15 menit






15 menit

· Konfirmasi
· Guru memberikan tanggapan atas jawaban  siswa
· Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan kembali pertanyaan mengenai materi yang dianggap sulit.
· Guru memberikan umpan balik dengan memberikan jawaban dan penguatan.
· Guru memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang dan belum bisa mengikuti pelajaran.
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan
· Siswa bertanya




· Siswa mendengarkan dan memperhatikan

· Siswa mendengarkan dan memperhatikan

15 menit



3. Kegiatan
    Akhir
· Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
· Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa untuk pemantapan materi.
· Guru meminta siswa untuk mempelajari materi pertemuan selanjutnya
· Siswa bersama guru menyimpulkan materi

· Siswa mendengarkan dan mencatat tugas yang diberikan
· Siswa mendengarkan dan mencatat tugas yang diberikan
10 menit




F.   Sarana dan Sumber Belajar
-     Sarana dan prasarana: Alat-alat tulis
-     Sumber belajar:
·         Buku paket, yaitu buku Matematika Kelas VII Semester 1,   
·         Buku referensi lain.
I.       Penilaian
1.      Jenis                :  Tertulis (Kuis Individu)
2.      Prosedur          :  a.  Penilaian dalam proses belajar.
b.   Penilaian pada akhir pembelajaran.
2.      Contoh Instrumen
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
·    Memberikan contoh bilangan buat
Tes tertulis
Uraian
Perhatikan daftar berikut
32,-1,0,7,-15,3,-8,-4,13,-3,25
a.       Tulislah bilangan bulat positifnya
b.      Tulislah bilangan bulat negatifnya
c.       Manakah yang bukan bilangan positif dan bilangan negatif
·    Menentukan letak bilangan bulat
Test tertulis
Uraian
Letakkan bilangan-bilangan berikut dalam garis bilangan
a.       7,16,10,9,12,0
b.      8,-11,3,-16,-18,12






Pertemuan II
A.  Tujuan Pembelajaran
-     Setelah mempelajari ini peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan bulat termasuk operasi campuran
-     Setelah mempelajari ini peserta didik dapat menaksir hasil perkalian dan pembagian bilangan bulat
B.  Karakter siswa yang diharapkan :
-     Disiplin ( Discipline )
-     Rasa hormat dan perhatian ( respect )
-     Tekun ( diligence )
-     Tanggung jawab ( responsibility )
C.  Metode Pembelajaran
-     Strategi Kooperatife Tipe STAD
D.  Materi Ajar
1.      Penjumlahan Bilangan Bulat
Penjumlahan dua bilangan bulat dapat ditunjukkan dengan menggunakan garis bilangan
Contoh :
Penjumlahan -2+5
Dari titik 0 bergerak 2 satuan ke kiri, kemudian dilanjutkan 5 satuan ke kanan sehingga diperoleh titik akhir yaitu 3, yang merupakan hasil dari -2+5

2.      Pengurangan Bilangan Bulat
-4 lawan dari 4 atau lawan dari 4 adalah -4
2 lawan dari -2 atau lawan dari -2 adalah 2
Mengurangi dengan suatu bilangan sama saja artinya dengan menambah dengan lawan pengurangnya
3.      Perkalian Bilangan Bulat
Perkalian bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif hampir sama dengan pembulatan bilanga cacah
3×4= 4+4+4 = 12
(-4)= (-4)+ (-4)+ (-4)+ (-4)+ (-4)= -20
perkalian bilangan negatif dengan bilangan bulat positif
2×3 = 6


Berkurang 3
1×3 = 3


Berkurang 3
0×3 = 0


Berkurang 3
(-1)×3= -3


Berkurang 3
(-2)×3= -6

Perkalian dua bilangan negatif
(-1) × 2 = -2


Bertambah 1
(-1) × 1 = -1


Bertambah 1
(-1) × 0 = 0


Bertambah 1
(-1) × (-1) = 1


Bertambah 1
(-1) × (-2) = 2



4.      Pembagian Bilangan Bulat   
Pembagian adalah operasi kebalikan dari perkalian
Contoh
-6×2 = a a ×2 = -6
Nilai pengganti a yang benar adalah -3, sebab (-3)×2 = -6
E.  Alokasi Waktu
-     2 x 40 Menit
F.   Langkah-langkah Kegiatan
TAHAP
LANGKAH KEGIATAN
AKTIFITAS SISWA
WAKTU
2.   Kegiatan awal
· Menyiapkan siswa


· Menyampaikan batasan pelajaran



· Menyampaikan tujuan pelajaran

· Apersepsi


· Motivasi




· Salam, doa, baca Alquran, dan absensi
· Guru memusatkan perhatian siswa
· Guru memberikan batasan materi pelajaran  yaitu operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian termasuk operasi campuran
· Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan indikator yang hendak dicapai
· Guru mengingatkat materi tentang operasi bilangan bulat

· Guru menyampaikan bahwa apabila materi ini dikuasai dengan baik maka siswa dapat melakukan operasi bilangan bulat

· Siswa membaca dan
Mendengarkan
· Siswa melaksanakan perintah guru
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan



· Siswa mendengarkan dan memperhatikan guru
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan guru
· Siswa memperhatikan pengarahan guru dan mengikuti hal-hal yang disampaikan guru
10 menit

2. Kegiatan  Inti
· Eksplorasi

· Guru meminta siswa membaca bahan pelajaran terkait dengan  materi yang sedang dipelajari
· Guru menjelaskan secara singkat materi pelajaran dengan memberikan pengetahuan terbatas kapada siswa mengenai operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian  bilangan bulat
· Guru memerintahkan siswa untuk duduk dalam kelompok yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya

· Siswa  membaca buku materi pelajaran pada buku sumber
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan guru





· Siswa duduk dalam kelompok masing-masing

15 menit


· Elaborasi



· Guru membimbing siswa dalam berdiskusi kelompok untuk penguatan materi yang telah diberikan secara terbatas
· Guru memberikan tes yang sifatnya individual, setelah itu merekap skor hasil diskusi
· Guru bersama siswa membahas soal tes
· Siswa saling bantu untuk memperdalam  materi  dalam kelompoknya
· siswa mengerjakan soal tes secara individu

· siswa secara aktif membahas soal
15 menit




10 menit

5 menit
· Konfirmasi
· Guru memberikan tanggapan atas jawaban  siswa
· Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan kembali pertanyaan mengenai materi yang dianggap sulit.
· Guru memberikan umpan balik dengan memberikan jawaban dan penguatan.
· Guru memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang dan belum bisa mengikuti pelajaran.
· guru mengumumkan rekor tim dan memberikan penghargaan. Hasil kuis individual diumumkan pada pertemuan selanjutnya
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan
· Siswamengajukan pertanyaan



· Siswa mendengarkan dan memperhatikan

· Siswa mendengarkan dan memperhatikan


· Siswa mendengarkan dan memperhatikan
15 menit



3. Kegiatan
    Akhir
· Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
· Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa untuk pemantapan materi.
·   Guru meminta siswa untuk mempelajari materi pertemuan selanjutnya mengenai kuadratdan pangkat tiga serta  akar kuadrat dan akar pangkat tiga
· Siswa bersama guru menyimpulkan materi

· Siswa mendengarkan dan mencatat tugas yang diberikan
· Siswa mendengarkan dan mencatat tugas yang diberikan
10 menit



G. Sarana dan Sumber Belajar
-     Sarana dan prsarana: Alat-alat tulis
-     Sumber belajar:
·         Buku paket, yaitu buku Matematika Kelas VII Semester 1,   
·         Buku referensi lain.
II.    Penilaian
1.      Jenis                :  Tertulis (Kuis Individu)
2.      Prosedur          :  a.  Penilaian dalam proses belajar.
b.   Penilaian pada akhir pembelajaran.
3.      Contoh Instrumen
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
·    Melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pengurangan bilangan bulat termasuk operasi campuran
Tes tertulis
Uraian
Tentukan hasil perhitungan berikut:
1.      -7×{29+[(14-17)×(-18)]}
2.      {(-39+27):[-8×(-18+15)]}




Pertemuan III
A.  Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari ini peserta didik dapat menghitung kuadrat dan pangkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bilangan bulat
B.  Karakter siswa yang diharapkan :
-     Disiplin ( Discipline )
-     Rasa hormat dan perhatian ( respect )
-     Tekun ( diligence )
-     Tanggung jawab ( responsibility )
C.  Metode Pembelajaran
-     Strategi Kooperatife Tipe STAD
D.  Materi Ajar
1.      Pemangkatan dan sifat-sifatnya
Pemangkatan merupakan perkalian berulang
a2 = a x a
a3 = a x a x a
am x an = am+n
am : an = am-n
2.      Akar kuadrat bilangan kuadrat
Akar kuadrat merupakan operasi saling invers dengan operasi kuadrat. Untuk menghindari arti rangkap dari akar kuadrat maka diberi atasan bahwa setiap akar bilangan positif adalah bilangan positif.
Akar kuadrat dari bilangan positif b adalah bilangan positif  yang jika dikuadratkan akan menghasilkan b.
Jika a2 = b, maka nilai dari  =  a dengan a,b >0
3.      Akar pangkat tiga
Akar pangkat tiga merupakan operasi saling invers dengan operasi pangkat tiga.
Akar pangkat tiga dari b adalah bilangan yang dipangkatkan 3 akan menghasilkan b
Jika a3 = b maka nilai dari = a

E.  Alokasi Waktu
-     2 x 40 Menit
F.   Langkah-langkah Kegiatan
TAHAP
LANGKAH KEGIATAN
AKTIFITAS SISWA
WAKTU
3.   Kegiatan awal
· Menyiapkan siswa


· Menyampaikan batasan pelajaran



· Menyampaikan tujuan pelajaran

· Apersepsi



· Motivasi






· Salam, doa, baca Alquran, dan absensi
· Guru memusatkan perhatian siswa
· Guru memberikan batasan materi pelajaran  yaitu kuadrat dan pangkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bilangan bulat  
· Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan indikator yang hendak dicapai
· Guru mengingatkat materi tentang kuadrat dan pangkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bilangan bulat 
· untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang telah dipelajari siswa sebelumnya
· Guru menyampaikan bahwa apabila materi ini dikuasai dengan baik maka siswa dapat menghitung hasil kuadrat dan pangkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bilangan bulat 

· Siswa membaca dan
Mendengarkan
· Siswa melaksanakan perintah guru
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan



· Siswa mendengarkan dan memperhatikan guru

· Siswa mendengarkan dan memperhatikan guru
· Siswa memperhatikan pengarahan guru dan mengikuti hal-hal yang disampaikan guru


10 menit

2. Kegiatan  Inti
· Eksplorasi

· Guru meminta siswa membaca bahan pelajaran terkait dengan  materi yang sedang dipelajari
· Guru menjelaskan secara singkat materi pelajaran dengan memberikan pengetahuan terbatas kapada siswa mengenai kuadrat dan pangkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bilangan bulat 
· Guru memerintahkan siswa untuk duduk dalam kelompok yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya

· Siswa  membaca buku materi pelajaran pada buku sumber
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan guru





· Siswa duduk dalam kelompok masing-masing

15 menit


· Elaborasi



· Guru membimbing siswa dalam berdiskusi kelompok untuk penguatan materi yang telah diberikan secara terbatas
· Guru memberikan tes yang sifatnya individual, setelah itu merekap skor hasil diskusi
· Guru bersama siswa membahas soal tes
· Siswa saling bantu untuk memperdalam  materi  dalam kelompoknya
· siswa mengerjakan soal tes secara individu

· siswa secara aktif membahas soal
15 menit




10 menit


5 menit
· Konfirmasi
· Guru memberikan tanggapan atas jawaban  siswa
· Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan kembali pertanyaan mengenai materi yang dianggap sulit.
· Guru memberikan umpan balik dengan memberikan jawaban dan penguatan.
· Guru memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang dan belum bisa mengikuti pelajaran.
· guru mengumumkan rekor tim dan memberikan penghargaan. Hasil kuis individual diumumkan pada pertemuan selanjutnya
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan
· Siswamengajukan pertanyaan



· Siswa mendengarkan dan memperhatikan

· Siswa mendengarkan dan memperhatikan


· Siswa mendengarkan dan memperhatikan

15 menit



3. Kegiatan
    Akhir
· Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
· Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa untuk pemantapan materi.
· Guru memberitahukan pertemuan selanjutnya adalah ulangan harian dan guru meminta siswa untuk mempelajari materi selanjutnya mengenai berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan
· Siswa bersama guru menyimpulkan materi

· Siswa mendengarkan dan mencatat tugas yang diberikan
· Siswa mendengarkan dan mencatat tugas yang diberikan
10 menit



H.  Sarana dan Sumber Belajar
-     Sarana dan prsarana: Alat-alat tulis
-     Sumber belajar:
·         Buku paket, yaitu buku Matematika Kelas VII Semester 1,   
·         Buku referensi lain.
I.     Penilaian
4.      Jenis                :  Tertulis (Kuis Individu)
5.      Prosedur          :  a.  Penilaian dalam proses belajar.
c.    Penilaian pada akhir pembelajaran.
4.      Contoh Instrumen
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
·    Menghitung kuadrat dan pangkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bilangan bulat

Tes tertulis
Uraian
Selesaikanlah soal berikut
1.     (-19)2
2.     83
3.    
4.    

Pertemuan IV = Ulangan Harian
Pertemuan V
A.    Tujuan Pembelajaran
-     Setelah mempelajari ini peserta didik dapat memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan: pecahan biasa, campuran, desimal, persen dan permil
-     Setelah mempelajari ini peserta didik dapat mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain
-     Setelah mempelajari ini peserta didik dapat mengurutkan pecahan
B.  Karakter siswa yang diharapkan :
-     Disiplin ( Discipline )
-     Rasa hormat dan perhatian ( respect )
-     Tekun ( diligence )
-     Tanggung jawab ( responsibility )
C.  Metode Pembelajaran
-     Diskusi, tanya jawab dan pemberian tugas
D.  Materi Ajar
1.      Pecahan senilai

2.      Membandingkan 2 pecahan
Misalkan pecahan  dan 
 dan
Karena > maka  > 
3.      Pecahan desimal
2345,678 adalah bilangan desimal dengan  tiga tempat desimal, karena memiliki 3 angka dibelakang koma. Bilangan satuan dan persepuluhan dipisahkan dengan tanda koma.
4.      Persen dan permil
Persen adalah pecahan dengan penyebut 100, persen berarti per seratus. Lambang persen adalah %.
Untuk setiap pecahan dengan b ≠ 0, jika dinyatakan dalam bentuk persen menjadi . Jadi .
Pecahan dengan penyebut 1000 disebut permil. Permil berarti perseribu. Lambang permil adalah
Untuk setiap pecahan dengan b ≠ 0, jika dinyatakan dalam bentuk persen menjadi . Jadi .
E.  Alokasi Waktu
-     2 x 40 Menit
F.   Langkah-langkah Kegiatan
TAHAP
LANGKAH KEGIATAN
AKTIFITAS SISWA
WAKTU
4.   Kegiatan awal
· Menyiapkan siswa


· Menyampaikan batasan pelajaran

· Menyampaikan tujuan pelajaran

· Apersepsi


· Motivasi





· Salam, doa, baca Alquran, dan absensi
· Guru memusatkan perhatian siswa
· Guru memberikan batasan materi pelajaran  yaitu bentuk dan jenis bilangan pecahan
· Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan indikator yang hendak dicapai
· Guru mengingatkan materi tentang bilangan bulat

· Guru menyampaikan bahwa apabila materi ini dikuasai dengan baik maka siswa dapat mengetahui bentuk dan jenis bilangan pecahan


· Siswa membaca dan
Mendengarkan
· Siswa melaksanakan perintah guru
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan

· Siswa mendengarkan dan memperhatikan guru
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan guru
· Siswa memperhatikan pengarahan guru dan mengikuti hal-hal yang disampaikan guru

10 menit

2. Kegiatan  Inti
· Eksplorasi

· Guru meminta siswa membaca bahan pelajaran terkait dengan  materi yang sedang dipelajari
· Guru menjelaskan secara singkat materi pelajaran dengan memberikan pengetahuan terbatas kepada siswa mengenai bilangan bulat

· Siswa  membaca buku materi pelajaran pada buku sumber
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan guru

15 menit


· Elaborasi

· Guru melakukan tanya jawab mengenai bilangan pecahan
· Guru membimbing siswa mengerjakan soal latihan yang ada pada buku mengenai bilangan pecahan
· Guru memberikan soal tes individu
· Siswa menjawab pertanyaan guru
· Siswa mengerjakan soal latihan pada buku




· Siswa mengerjakan soal test
15 menit






15 menit

· Konfirmasi
· Guru memberikan tanggapan atas jawaban  siswa
· Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan kembali pertanyaan mengenai materi yang dianggap sulit.
· Guru memberikan umpan balik dengan memberikan jawaban dan penguatan.
· Guru memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang dan belum bisa mengikuti pelajaran.
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan
· Siswa bertanya




· Siswa mendengarkan dan memperhatikan

· Siswa mendengarkan dan memperhatikan

15 menit



3. Kegiatan
    Akhir
· Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
· Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa untuk pemantapan materi.
· Guru meminta siswa untuk mempelajari materi pertemuan selanjutnya yaitu operasi hitung: penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dan pangkat bilangan pecahan
· Siswa bersama guru menyimpulkan materi

· Siswa mendengarkan dan mencatat tugas yang diberikan
· Siswa mendengarkan dan mencatat tugas yang diberikan
10 menit




J.    Sarana dan Sumber Belajar
-     Sarana dan prsarana: Alat-alat tulis
-     Sumber belajar:
·         Buku paket, yaitu buku Matematika Kelas VII Semester 1,   
·         Buku referensi lain.
K. Penilaian
5.      Jenis                :  Tertulis (Kuis Individu)
6.      Prosedur          :  a.  Penilaian dalam proses belajar.
d.   Penilaian pada akhir pembelajaran.
5.      Contoh Instrumen
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
·    Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan: pecahan biasa, campuran, desimal, persen dan permil
Tes tertulis
Uraian
Tulislah masing-masih 5 contoh bentuk dari berbagai jenis pecahan!
·    Mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan lainnya


Nyatakan pecahan berikut kedalam bentuk senilai, desimal, persen dan permil:

·    Mengurutkan pecahan


Urutkan pecahan- pecahan berikut dari yang terkecil
,0,6

Pertemuan VI
A.    Tujuan Pembelajaran
-     Setelah mempelajari ini peserta didik dapat menyelesaikan operasi hitung: penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan pangkat bilangan pecahan Setelah mempelajari ini peserta didik dapat menuliskan bilangan pecahan bentuk baku
-     Setelah mempelajari ini peserta didik dapat menaksir hasil operasi hitung pecahan dan bilangan desimal
B.  Karakter siswa yang diharapkan :
-     Disiplin ( Discipline )
-     Rasa hormat dan perhatian ( respect )
-     Tekun ( diligence )
-     Tanggung jawab ( responsibility )
C.  Metode Pembelajaran
-     Strategi Kooperatife Tipe STAD
D.  Materi Ajar
1.      Penjumlahan dan pengurangan pecahan
a.       Hasil penjumlahan atau pengurangan pecahan-pecahan yang memiliki penyebut sama dapat diperoleh dengan cara menjumlahkan atau mengurangkan pembilang-pembilangnya, sedangkan penyebutnya tetap
b.      Jika pecahan-pecahan yang akan dijumlahkan atau dikurangkan memiliki penyebut yang berbeda, terlebih dahulu disamakan penyebutnya
c.       Jika terdapat pecahan campuran maka ubahlah terdahulu ke dalam bentuk pecahan biasa
2.      Perkalian pecahan
a.       Hasil kali pecahan diperoleh dengan cara mengalikan penyebut dengan penyebut dan pembilang dengan pembilang
b.      Jika dalam perkalian pecahan terdapat pecahan campuran, maka pecahan campuran harus dinyatakan terlebih dahulu sebagai pecahan biasa
3.      Pembagian pecahan
Untuk sebarang pecahan  dan  dengan b,d 0 berlaku
Pecahan  adalah kebalikan dari
4.      Perpangkatan pecahan
(-3)4 =(-3) x (-3) x (-3) x (-3)
(-3) disebut bilangan pokok dan 4 disebut eksponen atau pangkat
Perkalian sebanyak n faktor dimana b0 dan n bilangan bulat positif.                            
5.      Bentuk baku bilangan
a.       Bentuk baku bilangan besar dinyatakan dengan a x 10n dengan 1≤ a< 10 dan n adalah bilangan asli
b.      Bentuk baku bilangan kecil dinyatakan dengan a x 10-n dengan 1≤ a< 10 dan n adalah bilangan asli
E.  Alokasi Waktu
-     4 x 40 Menit
F.   Langkah-langkah Kegiatan
TAHAP
LANGKAH KEGIATAN
AKTIFITAS SISWA
WAKTU
5.   Kegiatan awal
· Menyiapkan siswa

· Menyampaikan batasan pelajaran

· Menyampaikan tujuan pelajaran

· Apersepsi


· Motivasi






· Salam, doa, baca Alquran, dan absensi
· Guru memusatkan perhatian siswa
· Guru memberikan batasan materi pelajaran  yaitu operasi bilangan pecahan
· Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan indikator yang hendak dicapai
· Guru mengingatkat materi tentang bentuk dan jenis pecahan 
· Guru menyampaikan bahwa apabila materi ini dikuasai dengan baik maka siswa dapat menyelesaikan operasi bilangan pecahan 

· Siswa membaca dan
Mendengarkan
· Siswa melaksanakan perintah guru
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan

· Siswa mendengarkan dan memperhatikan guru
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan guru
· Siswa memperhatikan pengarahan guru dan mengikuti hal-hal yang disampaikan guru


10 menit

2. Kegiatan  Inti
· Eksplorasi

· Guru meminta siswa membaca bahan pelajaran terkait dengan  materi yang sedang dipelajari
· Guru menjelaskan secara singkat materi pelajaran dengan memberikan pengetahuan terbatas kapada siswa mengenai operasi bilangan pecahan
· Guru memerintahkan siswa untuk duduk dalam kelompok yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya

· Siswa  membaca buku materi pelajaran pada buku sumber
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan guru



· Siswa duduk dalam kelompok masing-masing

15 menit


· Elaborasi



· Guru membimbing siswa dalam berdiskusi kelompok untuk penguatan materi yang telah diberikan secara terbatas
· Guru memberikan tes yang sifatnya individual, setelah itu merekap skor hasil diskusi
· Guru bersama siswa membahas soal tes
· Siswa saling bantu untuk memperdalam  materi  dalam kelompoknya
· siswa mengerjakan soal tes secara individu

· siswa secara aktif membahas soal
15 menit




10 menit


5 menit
· Konfirmasi
· Guru memberikan tanggapan atas jawaban  siswa
· Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan kembali pertanyaan mengenai materi yang dianggap sulit.
· Guru memberikan umpan balik dengan memberikan jawaban dan penguatan.
· Guru memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang dan belum bisa mengikuti pelajaran.
· guru mengumumkan rekor tim dan memberikan penghargaan.
· Siswa mendengarkan dan memperhatikan
· Siswamengajukan pertanyaan



· Siswa mendengarkan dan memperhatikan

· Siswa mendengarkan dan memperhatikan


· Siswa mendengarkan dan memperhatikan

15 menit



3. Kegiatan
    Akhir
· Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
· Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa untuk pemantapan materi.
· Guru memberitahukan pertemuan selanjutnya adalah ulangan harian
· Siswa bersama guru menyimpulkan materi

· Siswa mendengarkan dan mencatat tugas yang diberikan
· Siswa mendengarkan
10 menit



L.  Sarana dan Sumber Belajar
-     Sarana dan prsarana: Alat-alat tulis
-     Sumber belajar:
·         Buku paket, yaitu buku Matematika Kelas VII Semester 1,   
·         Buku referensi lain.
M.Penilaian
6.      Jenis                :  Tertulis (Kuis Individu)
7.      Prosedur          :  a.  Penilaian dalam proses belajar.
e.    Penilaian pada akhir pembelajaran.
6.      Contoh Instrumen
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
·    operasi hitung: penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan pangkat bilangan pecahan
 

Tes tertulis
Uraian
Hitunglah:
1.     =
2.     =
3.     1 ½ x ¾ =
4.     =
5.    

Pertemuan VII : Ulangan Harian

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs …………….



( ......................................................... )
NIP/NIK :…………..……………….

........., ......, ............... 20...
Guru Mapel Matematika.



( ............................................ )
NIP/NIK :…….…………….